Analisis Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah HOTS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi Statistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pademawu pada tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIA yang berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS, dipilih tiga siswa sebagai subjek penelitian yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS materi Statistika dan pedoman wawancara. Analisis kemampuan siswa didasarkan pada indikator pemecahan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan masalah siswa masih tergolong rendah. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu cara dan memenuhi sebagian besar indikator pemecahan masalah. Siswa kategori sedang mampu menyelesaikan sebagian masalah namun masih mengalami kesalahan konsep dan kesulitan dalam mengaitkan data dengan konteks cerita. Sementara itu, siswa kategori rendah belum mampu memahami permasalahan dan tidak memenuhi indikator pemecahan masalah. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya pembelajaran matematika yang berorientasi pada soal HOTS dan proses berpikir siswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Downloads
References
Abdullah, A. H., Nurarfah, S., & Rahman, S. A. (2017). Metacognitive-skills-of-Malaysian-students-in-nonroutine-mathematical-problem-solvingBolema--Mathematics-Education-Bulletin.pdf. Bolema: Boletim de Educação Matemática, 31(57), 310–322. https://doi.org/: http://dx.doi.org/10.1590/1980-4415v31n57a15
Aini, S. D., Zayyadi, M., & Hasanah, A. (2021). Analisis Kesulitan Belajar Siswa Berkemampuan Matematika Rendah Berdasarkan Gender. KadikmA, 12(3), 96-107.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing; A revision of Bloom’s Taxonomy of Education Objectives. Addison Wesley Lonman Inc
Binkley, M., Erstad, O., Herman, J., Raizen, S., & Ripley, M. (2010). Defining 21st century skills. www.atc21s.org
Febrina, Y., Zaki, M., & Amalia, R. (2019). ANALISIS Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal High Order Thinking Skills Pada Materi Statistika. Jurnal Dimensi Matematika, 2(02), 138-145. Febrina, Y., Zaki, M., & Amalia, R. (2019). ANALISIS Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal High Order Thinking Skills Pada Materi Statistika. Jurnal Dimensi Matematika, 2(02), 138-145.
Halim, D., Humairah, Q., Nisa, S., & Zayyadi, M. (2019). Solving Math Methods: Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Komunikasi Matematis Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir. Indiktika (Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika), 1(2), 103–111.
Izzah, K. H., & Azizah, M. (2019). Analisis kemampuan penalaran siswa dalam pemecahan masalah matematika siswa kelas IV. Indonesian journal of educational research and review, 2(2), 210-218.
Kurniati, D., & Zayyadi, M. (2018). The Critical Thinking Dispositions of Students Around Coffee Plantation Area in Solving Algebraic Problems. International Journal of Engineering and Technology(UAE), 7(2), 18–20.
Lahinda, Y., & Jailani, J. (2015). Analisis proses pemecahan masalah matematika siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2(1), 148-161.
Melinda, R., Puji, R., & Anita B, R. (2022). Analisis kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pemecahan masalah matematika berbasis higher order thinking skill (HOTS). Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika.
NCTM. 2000. Principles and Standards for School Mathematics. Amerika: NCTM. Inc.
Noor, A. J., & Norlaila, N. (2014). Kemampuan Pemecahan masalah matematika siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model cooperative script. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2).
Ormrod, J. E. (2009). Psikologi pendidikan membantu siswa tumbuh dan berkembang, edisi keenam jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sabirin, M. (2011). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah, Komunikasi, dan Representasi Matematis Siswa SMP. Universitas Pendidikan Indonesia. Retrieved from http://repository.upi.edu/8048/
Sapitri, Y., Utami, C., & Mariyam, M. (2019). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi lingkaran ditinjau dari minat belajar. Variabel, 2(1), 16-23.
Suwarno, S., Nusantara, T., Susiswo, S., & Irawati, S. (2022). The decision making strategy of prospective mathematics teachersin improving LOTS to be HOTS problem. Int. J. Nonlinear Anal. Appl, 13(1), 1613–1627. http://dx.doi.org/10.22075/ijnaa.2022.5776
Wulandari, Dantes, N., & Antara, P. A. (2020). Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Berbasis Open Ended Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa [Open Ended-Based Realistic Mathematics Education Approach to Students’ Mathematical Problem Solving Ability]. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 131–142. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.25103
Zayyadi, M., & Maulana, W. H. (2016). Profil Berpikir Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gender.
Zayyadi, M., & Subaidi, A. (2017). Berpikir Kritis Mahasiswa Dalam Memecahkan Masalah Aljabar. 8(2), 10–15.
Zulfa, H., Saputro, D. R. S., & Riyadi, R. (2018). Analysis of difficulties in mathematics learning on students with deictic gesture type in problem-solving HOTS algebra test. Journal of Physics: Conference Series, 1108(1), 1–10. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1108/1/012074



















.png)