Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat <p align="justify">The Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) is a scientific periodical publication (e-ISSN: 2774-1729) that presents the latest information in the field of Mathematics Education and Mathematical Science, through articles both based on field research and literature review. Through these publications, the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) pursues the mission to distribute information and develop science, especially in the fields of Mathematics Education and Mathematical Science. By using the Open Journal System (OJS), the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT)can be widely accessed and researchers can submit research results packaged in the form of articles by following the guidelines provided by the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT).<strong>&nbsp; &nbsp; </strong>&nbsp; &nbsp;</p> en-US rusdy.habsy@gmail.com (Rusdyi Habsyi) rusdy.habsy@gmail.com (Rusdyi Habsyi) Wed, 27 Aug 2025 00:00:00 +0700 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Model TGT Berbantuan Jam Sudut Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SDN 217 Kampuno https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/832 <p>Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model <em>Teams Games Tournament </em>berbantuan jam sudut terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 217 Kampuno Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah <em>Pre-Experimental design</em> dengan teknik <em>One-Group Pretest-Posttest</em>. Variabel dalam penelitian ini adalah model <em>Teams Games Tournament</em> berbantuan jam sudut sebagai variabel terikat dan hasil belajar matematika siswa sebagai variabel bebas dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 13 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan tes yang dilakukan sebanyak 2 kali untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa sebelum dan setelah menerapkan model <em>Teams Games Tournament</em> berbantuan jam sudut. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebelum penerapan model <em>Teams Games Tournament</em> berbantuan jam sudut, nilai <em>pretest </em>siswa dengan rata-rata 47.08 dan setelah menerapkan model <em>Teams Games Tournament</em> berbantuan jam sudut, hasil <em>posttest</em> siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata 84.31; (2) dari hasil pretest dan posttest diperoleh selisih sebesar 37.231. Diketahui bahwa rata-rata nilai <em>posttest</em> lebih tinggi dibanding rata-rata nilai <em>pretest</em> yang menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai dari hasil belajar matematika siswa yang berarti model <em>Teams Games Tournament</em> berbantuan jam sudut dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa; (3) adapun selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan dengan menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Ranks Test</em>, dari data pretest dan posttest siswa menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.001 lebih kecil dari 0.05 (0.001 &lt; 0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan. Hipotesis alternatif atau H<sub>1</sub> diterima dan hipotesis nol atau H<sub>0 </sub>ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model <em>Teams Games Tournament</em> berbantuan jam sudut terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 217 Kampuno Kabupaten Bone.</p> Muhammad Awal Nur, Fitriani Fitriani, Rukayah Rukayah ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/832 Tue, 30 Sep 2025 00:00:00 +0700 Pembelajaran Matematika Menggunakan Kartu Angka Untuk Mengenal Bilangan Pada Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Kartika II-2 Palembang https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/884 <p>Pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk dasar berpikir logis dan sistematis bagi siswa. Salah satu aspek dasar yang perlu dikuasai oleh siswa kelas rendah adalah pengenalan bilangan. Namun, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep bilangan secara abstrak. Permasalahan tersebut menjadi perhatian di SD Kartika II-2 Palembang, khususnya pada siswa kelas 2. Dalam upaya mengatasi tantangan ini, pendekatan pembelajaran dengan media kartu angka diperkenalkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan kartu angka dapat membantu siswa mengenal bilangan secara lebih efektif. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan 22 siswa kelas 2 dengan dua kali pertemuan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi aktivitas siswa, dan wawancara guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu angka mampu meningkatkan pemahaman konsep bilangan siswa secara signifikan. Siswa menjadi lebih antusias, aktif, dan mampu mengenali serta membedakan bilangan satuan hingga puluhan dengan lebih tepat. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan media konkret dalam pembelajaran matematika tingkat dasar. Guru disarankan untuk terus mengeksplorasi media sederhana yang mampu menjembatani pemahaman abstrak siswa ke dalam bentuk nyata yang mudah dipahami.</p> Dwi Novita Sari, Vivin Ardiyanti, Futry Ayu lestari, Humaira Silfiani ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/884 Sat, 25 Oct 2025 07:30:22 +0700 Systematis Literature Review: Penerapan Etnomatematika terhadap Literasi Matematis di Indonesia https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/972 <p>Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai studi mengenai penerapan pendekatan etnomatematika dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan literasi matematis siswa di Indonesia. Namun kenyataanya kemampuan literasi matematis siswa di Indonesia masih sangat rendah hal ini dipengaruhi rendahnya pemahaman guru minimnya media pembelajaran berbasis budaya, serta belum meratanya penelitian di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan guru, pengembangan media inovatif, dan perluasan studi di daerah dengan kekayaan budaya lokal untuk mendukung literasi matematis secara menyeluruh dan kontekstual. Dilanjut dalam studi PISA skor Indonesia berada di 70 dari 81 negara. Dengan hasil tersebut PISA menegaskan perlunya pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Etnomatematika menjadi pendekatan potensial karena mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 51 artikel terbitan tahun 2019-2025 dari berbagai database nasional. Artikel dianalisis berdasarkan kriteria karakteristik budaya, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan deskripsi penerapan etnomatematika. Hasil menunjukan bahwa pendekatan etnomatematika efektif dalam meningkatkan literasi matematis melalui peningkatan motivasi, pemahaman konsep, dan keterkaitan budaya lokal. Penelitian paling banyak dilakukan di jenjang SMP dengan pendekatan kualitatif dan terpusat di Pulau Jawa. Dengan hasil tersebut, diharapkan para pendidik dapat menerapkan metode pembelajaran kontekstual berbasis etnomatematika serta mengembangkan media yang sesuai dengan budaya lokal sebagai upaya meningkatkan literasi matematis siswa secara menyeluruh dan berkelanjutan</p> Helen Natalia, Iswahyudi Joko S, Venissa Dian M ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/972 Sat, 25 Oct 2025 07:46:00 +0700 Systematic Literature Review: Pola Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS Matematika Berdasarkan Kriteria Watson https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/981 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) matematika berdasarkan kriteria Watson melalui systematic literature review. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam matematika menjadi fokus utama dalam pendidikan abad 21, namun siswa masih mengalami kesulitan signifikan dalam menyelesaikan soal-soal HOTS. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang 2019-2024 dari database Scopus, Google Scholar, dan ERIC. Kriteria Watson yang digunakan meliputi kesalahan data tidak tepat, prosedur tidak tepat, data hilang, kesimpulan tidak tepat, konflik level respon, manipulasi tidak langsung, masalah hierarki keterampilan, dan selain ketujuh kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kesalahan paling dominan adalah kesalahan prosedur tidak tepat (35,2%), diikuti kesalahan data tidak tepat (28,7%), dan masalah hierarki keterampilan (18,9%). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki pemahaman konseptual yang lemah dan kurang mampu mengaplikasikan prosedur yang tepat dalam konteks soal HOTS. Implikasi penelitian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS matematika.</p> M. Warisa Al Malik, Eko Andy Purnomo, Dwi Sulistyaningsih ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/981 Sat, 25 Oct 2025 08:08:38 +0700 Analisis Kebutuhan Siswa Terhadap E-modul Berbasis Inquiry Nuansa Komik Etnomatematika Materi Transformasi Geometri https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1005 <p>Perkembangan teknologi di era Society 5.0 memberikan pengaruh besar pada dunia pendidikan, termasuk dalam pengembangan media pembelajaran digital. Namun, media yang tersedia belum sepenuhnya memenui kebutuhan siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika yang dianggap abstrak dan sulit dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap e-modul berbasis inquiry nuansa komik etnomatematika materi transformasi geometri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian yaitu siswa di salah satu SMA di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa membutuhkan media pembelajaran digital yang fleksibel, kontekstual, dan menarik. Sebanyak 81,29% siswa menyatakan setuju terhadap pengembangan e-modul berbasis inquiry nuansa komik etnomatematika. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan di satu sekolah dengan jumlah responden terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak responden serta menguji efektivutas e-modul melalui uji coba pada pembelajaran langsung.</p> Dewi Setia Asih, Venissa Dian Mawarsari, Martyana Prihaswati ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1005 Sat, 25 Oct 2025 08:30:36 +0700 Deskripsi Tahapan Pemecahan Masalah SPLTV Pada Siswa Berkemampuan Sedang Menurut Teori Wankat Dan Oreovicz https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1012 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pemecahan masalah matematika menurut teori Wankat dan Oreovocz yang dilakukan oleh siswa SMK dengan kemampuan matematika sedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu orang siswa kelas X SMK PGRI 13 Surabaya yang dipilih melalui tes kemampuan matematika dan hasil konsultasi dengan guru. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan matematika, tugas pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan triangulasi waktu. Data diperoleh melalui dua tahap: pengerjaan tugas pemecahan masalah dan wawancara semi-terstruktur berdasarkan pekerjaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dapat melalui ketujuh tahapan pemecahan masalah menurut Wankat dan Oreovocz, yaitu: (1) Saya mampu atau bisa, menunjukkan motivasi dan keyakinan menyelesaikan soal; (2) Mendefinisikan masalah, subjek mampu mengidentifikasi informasi penting dari soal; (3) Mengeksplorasi, subjek dapat memahami tujuan dari soal; (4) Merencanakan, subjek mampu memodelkan masalah menjadi sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV); (5) Mengerjakan, subjek menyelesaikan SPLTV secara sistematis; (6) Mengoreksi kembali, subjek melakukan pengecekan melalui substitusi; dan (7) Generalisasi, subjek dapat menyimpulkan hasil dengan tepat. Hasil triangulasi menunjukkan konsistensi strategi dan pemahaman subjek dalam dua soal serupa yang diberikan pada waktu berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa teori Wankat dan Oreovocz dapat digunakan untuk mendeskripsikan tahapan pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang.</p> Alberta Asmari, Sulis Janu Hartati, Windi Setiawan ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1012 Sat, 25 Oct 2025 00:00:00 +0700 Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Pada Pembelajaran Matematika https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1022 <p>Masalah penelitian ini adalah pembelajaran masih berpusat pada pendidik serta kurang memberikan kesempatan peserta didik untuk berperan aktif yang berdampak rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V di SD Negeri 1 Gemah Ripah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang positif pada model pembelajaran <em>inquiry </em>terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V di sekolah dasar. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain penelitian menggunakan <em>non equivalent control group design</em>. Populasi dan sampel penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas V SD Negeri 1 Gemah Ripah dengan jumlah 41 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dengan hasil F<sub>hitung</sub> (15,68) ≥ F<sub>tabel</sub> (4,30) dengan taraf signifikansi sebesar 5%, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pada penerapan model pembelajaran <em>inquiry </em>terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V di SD Negeri 1 Gemah Ripah. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar dilakukan pada jenjang kelas atau sekolah yang berbeda serta mempertimbangkan variabel lain seperti kreativitas, keterampilan pemecahan masalah, atau kolaborasi peserta didik guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh model pembelajaran <em>inquiry</em>.</p> Fita Fatimah, Dayu Rika Perdana, Amrina Izzatika, Riswandi Riswandi ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1022 Sat, 25 Oct 2025 00:00:00 +0700 Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Pendekatan Matematika Realistik Pada Materi Bilangan Bulat https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1013 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika Melalui Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) pada Materi Bilangan Bulat Siswa Kelas VII 2 SMP IT Nurul Hasan Sofifi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart.. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP IT Nurul Hasan Sofifi, yang berjumlah 24 siswa. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah teknik observasi dan tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar tes dan observasi yang telah diuji validitasnya dengan microsoft excel. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan digunakannya pendekatan pembelajaran matematika realistik dalam pembelajaran bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. eningkatan hasil belajar siswa tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Sebelum dilakukan tindakan ada 10 siswa atau 42% dari seluruh siswa mendapat ≥ 65. Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik di siklus I, hasil tes menunjukkan bahwa ada 16 siswa atau 67,79% dari seluruh siswa yang mendapat ≥ 65. Demikian pula saat dilakukan perbaikan dengan perbaikan pada penggunaan alat peraga yang digunakan pada siklus II, dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bilangan bulat siswa kelas VII 2, ditandai ada 20 atau 83% anak dari seluruh mendapat nilai ≥ 65. Nilai rata-rata hasil tes meningkat, pada siklus I rata-rata nilai siswa 69, 79sedangkan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 70,69. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penerapan PMR pada materi matematika lain dengan melibatkan media digital interaktif dan analisis lebih mendalam terhadap aspek berpikir kreatif serta motivasi belajar siswa.</p> Soleman Talib, Hujairah Hi Muhammad, La Sunardin, Asmin Lukman ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1013 Fri, 07 Nov 2025 06:26:16 +0700 Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Literasi Matematika Siswa pada Pembelajaran Berbasis Google Site https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1054 <p>Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered, di mana siswa dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola proses belajarnya. Salah satu media digital yang banyak digunakan adalah&nbsp;Google Site, yang memungkinkan penyusunan bahan ajar, tugas, dan evaluasi secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk&nbsp;menganalisis pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan literasi matematika siswa dalam pembelajaran berbasis Google Site. Penelitian menggunakan pendekatan&nbsp;kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian terdiri atas&nbsp;42 siswa kelas XI MIPA Madrasah Aliyah Arifah Gowa&nbsp;yang telah mengikuti pembelajaran matematika menggunakan Google Site. Data dikumpulkan melalui&nbsp;angket kemandirian belajar dan&nbsp;tes literasi matematika kontekstual&nbsp;. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&nbsp;tingkat kemandirian belajar siswa tergolong sedang hingga tinggi 85,7%, sedangkan&nbsp;kemampuan literasi matematika berada pada kategori baik hingga sangat baik 88,1%. Analisis regresi menghasilkan koefisien korelasi (r) = 0,698&nbsp;dan&nbsp;koefisien determinasi R²=0,487, yang berarti kemandirian belajar memberikan kontribusi sebesar&nbsp;48,7%&nbsp;terhadap kemampuan literasi matematika. Uji signifikansi menunjukkan&nbsp;nilai p = 0,000 &lt; 0,05, sehingga terdapat&nbsp;pengaruh positif dan signifikan&nbsp;antara kemandirian belajar dan literasi matematika siswa pada pembelajaran berbasis Google Site. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran digital berbasis Google Site tidak hanya memperluas akses terhadap sumber belajar, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan regulasi diri dan kemampuan berpikir matematis kontekstual yang lebih tinggi</p> Norma Nasir, Mar Athul Wazithah ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1054 Fri, 07 Nov 2025 06:51:59 +0700 Pembelajaran Berdiferensiasi Dengan Metode Blended Learning Pada Materi Geometri Ruang https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1060 <p>Penelitian ini dirancang untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan metode blended learning terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi geometri ruang. Desain penelitian yang digunakanadalah one group pretest-posttest. Subjek penelitian melibatkan 24 Pesertadidikkelas XII. Instrument pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan matematika pada materi geometri ruang yang berjumlah 20 butir. Tes dilakukan sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Teknik pengumpulan data disesuaikan dengan desain penelitian yaitu one group pretest-posttest.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pretes diperoleh skor terendah 40 dan skor tertinggi 70, dengan nilai&nbsp; rata-rata sebesar 57,92. Hasil post tes diperoleh skor terendah 65 dan skor tertinggi 90, dengan skor rata-rata sebesar 77,5. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk menunjukkan nilai signifikansi untuk data pretest sebesar 0,169 dan posttest sebesar 0,102, keduanya lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest dan posttest berdistribusi normal, sehingga analisis hipotesis dapat dilanjutkan menggunakan uji parametrik, yaitu Paired Sample t-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berdiferensiasi. Perbedaan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi geometri &nbsp;ruang. Rekomendasi penelitian selanjutnya yaitu dilengkapi dengan teknik analisis data kualitatif agar informasi yang diperoleh dari hasil menjadi lebih lengkap. Jenis Penelitian &nbsp;</p> Hujairah Hi Muhammad, Asmin Lukman ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1060 Fri, 07 Nov 2025 07:02:26 +0700 Hubungan antara Kemampuan Numerik dan Efektivitas Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1077 <p>Kemampuan numerik merupakan fondasi utama dalam pembelajaran matematika yang berperan penting terhadap kemampuan berpikir logis dan analitis mahasiswa. Rendahnya kecakapan numerasi yang masih terjadi di Indonesia berdampak pada kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematis secara efektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan numerik dan efektivitas pemecahan masalah matematis mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan populasi mahasiswa Pendidikan Matematika di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Sampel sebanyak 180 responden ditentukan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan numerik dan skala efektivitas pemecahan masalah matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kemampuan numerik dan efektivitas pemecahan masalah matematis mahasiswa. Artinya, mahasiswa dengan kemampuan numerik tinggi lebih efektif dalam mengidentifikasi masalah, memilih strategi penyelesaian, dan mengevaluasi hasilnya. Penelitian ini memperkuat teori kognitif pengambilan keputusan berbasis dual-process dan memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan pembelajaran matematika berbasis numerasi untuk meningkatkan kualitas berpikir kritis mahasiswa.</p> Abdurahman Hamid ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1077 Fri, 28 Nov 2025 00:00:00 +0700 Efektivitas Etnomatematika Bugis Pinrang Dalam Menurunkan Kecemasan Matematis (Math Anxiety) Siswa SMK Negeri 3 Pinrang https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1052 <p>Kecemasan matematika (math anxiety) merupakan faktor psikologis yang dapat menghambat proses kognitif dan menurunkan prestasi belajar siswa, khususnya di SMK. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas integrasi etnomatematika Bugis Pinrang dalam menurunkan tingkat kecemasan matematika siswa di SMKN 3 Pinrang. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 47 siswa kelas XI yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (n=26) yang menerapkan modul etnomatematika Bugis Pinrang, dan kelompok kontrol (n=21) yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa kuesioner kecemasan matematika yang valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-test pada skor N-Gain. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penurunan kecemasan matematika pada kelompok eksperimen secara statistik jauh lebih tinggi (N-Gain = 0,48; kategori sedang) dibandingkan kelompok kontrol (N-Gain = 0,11; kategori rendah) dengan nilai p &lt; 0,001. Besar efek (Cohen's d) sebesar 1,42 mengonfirmasi bahwa dampak intervensi tergolong sangat tinggi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa integrasi etnomatematika Bugis Pinrang terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan kecemasan matematika siswa. Pembelajaran berbasis kearifan lokal ini menciptakan suasana belajar yang lebih relevan dan kontekstual. Berdasarkan temuan ini, disarankan bagi guru untuk menerapkan materi ajar berbasis etnomatematika sebagai strategi alternatif mengatasi math anxiety.</p> Abdul Hakim Junaid, Suradi ., Rosidah . ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1052 Fri, 28 Nov 2025 19:27:37 +0700 Sistematic Litarature Review : Penerapan Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Geometri Bangun Ruang https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1061 <p>Kemampuan pemecahan masalah telah ditetapkan sebagai salah satu soft skill fundamental yang esensial bagi siswa d abad ke-21. Dalam konteks pendidikan, peningkatan kemampuan ini perlu dilakukan pengembangan melalui inovasi dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran matematika materi geometri bangun ruang. Penelitian ini berupaya untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu mengidentifikasi tren penerapan etnomatematika, mengkaji efektivitas pelaksanaannya, serta menarik kesimpulan mengenai kontribusi penerapan etnomatematika dalam pembelajaran matematika terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Metode yang dipilih adalah <em>Sistematic Literature Review</em> (SLR). Proses penelusuran dilakukan dengan menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi yang dilakuka terhadap artikel – artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam liam tahun terakhir. Dari proses penyaringan, ditemukan dam analisis sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan topik yang akan dianalisis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 13 artikel diantaranya secara spesifik berfokus pada hubungan antara etnomatematika dengan objek budaya daerah. Temuan kunci dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan etnomatematika yang paling sering diimplementasikan adalah dengan menjadikan rumah adat dan makanan tradisional sebagai objek pembelajaran. Penggunaan objek budaya lokal dan khas daerah tersebut terbukti mampu meningkatkan secara signifikan kemampuan pemecahan masalah pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini terjadi karena etnomatematika berhasil menjadi solusi pemahaman konsep matematika yang abstrak dengan realita budaya yang konkret dan familiar bagi siswa, sehingga pemebbelajaran geometri menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Sebagai rekomendasi untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memvariasi objek etnomatematika selain rumah aat dan makanan tradisional misalnya dengan mengeksplorasi alat musik, permainan motif batik tradisional. Selain itu, perluasan fokus penelitian pada jenjang sekolah ynag berbeda seperti SD atau SMA juga penting untuk dilakukan. Terakhir penelitian selanjutnay hendaknya menganalisis dampak etnomatematika terhadap aspek keterampilan abad ke-21 selain kemampuan pemecahan masalah, seperti kemampuan berfikir kritis atau kreativitas siswa.</p> Noviana Supriatin, Eko Andy Purnomo, Abdul Aziz ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1061 Fri, 28 Nov 2025 20:58:56 +0700 Hakekat Belajar Matematika Dalam Kurikulum Merdeka Melalui Pendekatan Deep Learning https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1076 <p>Perubahan paradigma pendidikan dalam Kurikulum Merdeka menekankan bahwa proses pembelajaran tidak semata berfokus pada pencapaian hasil akhir, tetapi juga pada pemahaman konsep yang mendalam. Dalam konteks pembelajaran matematika, hal ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan deep learning agar siswa mampu mengonstruksi pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini memiliki tujuan untuk analisis hakikat belajar matematika dalam Kurikulum Merdeka dengan menekankan peran pendekatan deep learning dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Menggunakan metode kepustakaan (<em>literature review</em>) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi kajian psikologi pendidikan, teori belajar, hakikat pembelajaran, serta proses dan hirarki pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menyimpulkan hasil kajian dari berbagai literatur untuk memperoleh pemahaman konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari perilaku serta proses mental manusia yang memiliki peran penting dalam memahami cara siswa berpikir, merasa, dan bertindak selama proses belajar matematika. Pembelajaran matematika yang berorientasi pada <em>deep learning</em> terbukti mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Dengan demikian, integrasi antara psikologi pendidikan, hakikat belajar, dan pendekatan <em>deep learning</em> menjadi landasan strategis dalam mewujudkan tujuan pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merekomendasikan agar guru menerapkan pendekatan <em>deep learning</em> secara konsisten dalam proses pembelajaran serta menjadikannya dasar perancangan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa.</p> Intan Ayu Lestari, Laela Fitria Ramadhani, Nur Elda Azaria, Kusno . ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1076 Sat, 29 Nov 2025 08:24:44 +0700 Hubungan antara Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal dan Profil Pelajar Pancasila https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1072 <p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pembelajaran matematika yang menggunakan kearifan lokal dan Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas VIII di MTs Negeri 2 Bandar Lampung. Penggunaan kearifan lokal dalam pembelajaran matematika diharapkan bisa membantu siswa memahami konsep matematika serta membentuk karakter sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan jumlah 40 siswa. Alat yang digunakan terdiri dari lima soal pilihan ganda yang berbasis konteks etnomatematika dari Lampung serta dua puluh pernyataan angket dengan skala Likert empat tingkat. Angket tersebut digunakan untuk mengukur dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa, mandiri, gotong royong, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki semangat kebinekaan global. Sebelum digunakan, instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS dengan uji korelasi Pearson dan Cronbach’s Alpha. Proses analisis data menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar rₛ = –0,016 dengan tingkat signifikansi 0,922 (p &gt; 0,05). Ini menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal dengan Profil Pelajar Pancasila. Koefisien korelasi yang kecil dan bernilai negatif menunjukkan bahwa perubahan pada satu variabel tidak menyebabkan perubahan pada variabel lainnya. Hasil menunjukkan bahwa penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran matematika belum cukup memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Untuk itu, diperlukan pengembangan materi pembelajaran, konteks budaya, serta strategi pengajaran yang lebih terencana agar integrasi kearifan lokal mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap karakter dan kemampuan siswa.</p> Dwi Lestari, Wahyu Andhini, Tiara Cika Utami, Oki Uliasari, Netriwati . ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1072 Mon, 01 Dec 2025 15:41:31 +0700 Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis, Interpersonal, Visual Spasial, Dan Eksistensial Terhadap Prestasi Belajar Transformasi Geometri https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1103 <p>Penelitian ini penting karena membantu Anda memahami pengaruh kombinasi kecerdasan terhadap prestasi belajar transformasi geometri. Sehingga penelitian ini menganalisis pengaruh kecerdasan logis-matematis, interpersonal, visual-spasial, dan eksistensial terhadap prestasi belajar transformasi geometri siswa kelas IX SMP IT Putri Wahdah Islamiyah Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto pada 30 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas angket kecerdasan majemuk dan tes prestasi belajar yang mencakup materi translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji kelayakan instrumen, analisis faktor, dan regresi logistik ordinal. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa kecerdasan logis-matematis, interpersonal, dan visual-spasial mayoritas berada pada kategori tinggi, sedangkan kecerdasan eksistensial didominasi kategori sangat tinggi. Prestasi belajar transformasi geometri siswa relatif heterogen, dengan proporsi tertinggi pada kategori tinggi (36,67%) namun masih terdapat 26,67% siswa berada pada kategori sangat rendah. Hasil regresi logistik ordinal memperlihatkan bahwa kecerdasan logis-matematis merupakan satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (p &lt; 0,05). Sebaliknya, kecerdasan interpersonal, visual-spasial, dan eksistensial tidak menunjukkan pengaruh signifikan, meskipun secara teoretis berkaitan dengan pembelajaran geometri.&nbsp; Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan transformasi geometri lebih ditentukan oleh kemampuan penalaran matematis dibandingkan dimensi kecerdasan lainnya yang bersifat pendukung. Berdasarkan kesimpulan penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan jumlah sampel yang lebih besar, memperluas konteks sekolah, dan menggunakan desain mixed methods untuk menggali mekanisme hubungan antar kecerdasan secara lebih mendalam</p> Mulianah ., Ahmad Thalib, Rusdyi Habsyi, Khawaritzmi Abdallah Ahmad ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1103 Fri, 05 Dec 2025 11:42:11 +0700 Analisis Kritis Pemikiran Thorndike, Skinner, Dan Ausubel Sebagai Landasan Teoritis Pembelajaran Matematik https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1078 <p>Matematika sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis, tetapi karena sifatnya yang abstrak dan konseptual, sering dianggap sulit. Dalam situasi ini, guru harus memiliki dasar teoretis yang kuat agar mereka dapat membangun pembelajaran yang efektif dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi gagasan David P. Ausubel, Edward L. Thorndike, dan Burrhus F. Skinner sebagai dasar teoretis untuk pembelajaran matematika kontemporer yang berkaitan dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah ulasan literatur, atau kajian literatur. Untuk melakukan ini, buku-buku klasik dan artikel dalam jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dari tahun 2018 hingga 2025 diselidiki secara menyeluruh. Artikel-artikel ini membahas teori belajar ketiga tokoh tersebut. Proses reduksi, kategorisasi, dan analisis isi (<em>content analysis</em>) digunakan untuk menganalisis data untuk menemukan pola relevansi dan integrasi antar teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thorndike menekankan pentingnya penguatan positif, latihan, dan kesiapan dalam membentuk kebiasaan belajar; Skinner menekankan penguatan bertahap melalui stimulus-reaksi; dan Ausubel menekankan pentingnya belajar bermakna dengan mengaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang sudah ada. Untuk membuat pembelajaran matematika menjadi adaptif, kontekstual, dan berpusat pada siswa, ketiga teori ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Menurut penelitian ini, guru matematika harus menggunakan ketiga prinsip teori tersebut sebagai landasan ketika mereka membuat strategi pembelajaran modern. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi ketiga teori tersebut bukan hanya memperkaya pendekatan pedagogis, tetapi juga memberikan kerangka kritis untuk menilai efektivitas praktik pembelajaran saat ini. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan model sintesis teoretis yang dapat menjadi acuan dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih relevan dan responsif terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka</p> Arum Dwi Jayanti, Meiyta Citra Safitri, Yeni ., Kusno . ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1078 Fri, 05 Dec 2025 12:06:42 +0700 Sintesis Teori Dewey, Brownell, dan Dienes dalam Pembelajaran Matematika https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1086 <p>Pembelajaran matematika abad ke-21 menuntut pendekatan yang tidak hanya prosedural, tetapi juga menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan kemampuan mengaitkan matematika dengan konteks nyata. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik, teori Dewey, Brownell, dan Dienes menjadi sangat relevan sebagai landasan pedagogis. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih didominasi metode ceramah, penggunaan prosedur mekanis, serta minimnya refleksi dan transisi konsep dari konkret ke abstrak. Penelitian ini bertujuan melakukan sintesis teoritis antara tiga teori tersebut dan mengidentifikasi kesenjangan implementasinya dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah <em>systematic literature review</em> (SLR) terhadap artikel tahun 2021–2025 dengan protokol PRISMA, yang menghasilkan 18 artikel terpilih dari 124 temuan awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media konkret ala Dienes efektif mendukung pembentukan konsep melalui tahapan konkret–semi konkret–abstrak, prinsip <em>learning by doing</em> Dewey memperkuat keterlibatan dan refleksi peserta didik, sedangkan pembelajaran bermakna menurut Brownell memastikan terbangunnya relasi konseptual yang stabil. Sintesis ketiganya menghasilkan model integratif yang memadukan eksplorasi kontekstual, manipulasi konkret, konstruksi makna, dan refleksi berkelanjutan sebagai satu siklus pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan kerangka konseptual yang komprehensif bagi guru dan pengembang kurikulum untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, progresif, dan sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21</p> Dila Nur Alivah, Rizki Nizar Abdillah, Fathur Satya Adiguna, Kusno . ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1086 Fri, 05 Dec 2025 13:07:16 +0700 Meta-Analisis Dampak Inovasi Pembelajaran Pada Penelitian Pendidikan Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1124 <p>Meta-analisis ini dilakukan untuk mensintesis temuan-temuan empiris mengenai dampak berbagai bentuk inovasi pembelajaran terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) peserta didik pada konteks penelitian Pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak berbagai inovasi pembelajaran terhadap peningkatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik melalui pendekatan meta-analisis. Data diperoleh dari sejumlah penelitian eksperimen dan quasi-eksperimen yang mengimplementasikan model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Flipped Classroom, STEM/STEAM, Blended Learning, dan Gamifikasi. Analisis dilakukan menggunakan Hedges’ g, disertai uji heterogenitas dan analisis moderator berdasarkan model pembelajaran, jenjang pendidikan, dan mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran memberikan pengaruh besar terhadap HOTS dengan effect size keseluruhan sebesar 1.21. Model Flipped Classroom memiliki pengaruh tertinggi (g = 1.72), diikuti PjBL, STEM/STEAM, dan PBL. Dampak terbesar ditemukan pada mata pelajaran matematika dan jenjang SMA. Uji bias publikasi menunjukkan hasil tidak signifikan, sehingga temuan dapat dipercaya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.</p> Ahyani Mirah Liani ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1124 Sat, 06 Dec 2025 17:23:22 +0700 Profil Berpikir Komputasi Mahasiswa dari Prosedur Matematis ke Algoritma Program: Studi Kasus Metode Bagi Dua https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1140 <p>Penguasaan metode numerik tidak hanya menuntut pemahaman prosedur matematis, tetapi juga kemampuan mengonversinya ke bentuk algoritmik. Namun, banyak mahasiswa masih kesulitan mentransformasi hal tersebut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menelaah bagaimana mahasiswa berpikir secara komputasional saat menyusun sintaks program, khususnya pada algoritma dasar seperti Metode Bagi Dua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir komputasi (CT) mahasiswa dalam mengonversi prosedur matematika Metode Bagi Dua ke dalam program komputer. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, melibatkan dua kelompok mahasiswa yang terdaftar dalam Mata Kuliah Metode Numerik. Data penelitian terdiri dari hasil proyek pemrograman mahasiswa, termasuk kode sumber PHP dan keluaran program. Data dianalisis dengan menggunakan Kerangka Berpikir Komputasi oleh Brennan dan Resnick, (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, berpikir algoritmik, otomatisasi, dan debugging). Temuan ini mengungkapkan profil CT yang berbeda antara kedua kelompok. Kelompok pertama menunjukkan keterampilan CT dasar yang dicirikan oleh dekomposisi linear dan berpikir algoritmik dasar, dengan abstraksi terbatas dan strategi debugging minimal. Sebaliknya, kelompok kedua menunjukkan karakteristik CT yang lebih maju, termasuk dekomposisi modular, pengenalan pola perilaku konvergensi yang lebih kuat, abstraksi umum model matematika, struktur kontrol algoritmik dinamis, dan mekanisme debugging eksplisit. Struktur sintaksis mereka mencerminkan penalaran komputasi yang lebih mendalam, mengintegrasikan kondisi validasi, pemeriksaan konvergensi otomatis, dan keluaran tabular terstruktur. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa proyek Metode Numerik berbasis pemrograman dapat secara efektif mengembangkan literasi algoritmik dan pemikiran komputasi reflektif siswa. Perbedaan dalam profil komputasi menunjukkan bahwa artefak pemrograman siswa memberikan perspektif yang bermakna untuk menilai kedalaman pemahaman konseptual dan prosedural mereka ketika menerjemahkan algoritma matematika menjadi kode yang dapat dieksekusi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan instrumen asesmen digital yang mampu menilai proses berpikir mahasiswa secara otomatis, serta melakukan kajian longitudinal untuk melihat perkembangan kemampuan CT mahasiswa dari waktu ke waktu.</p> Khadijah Khadijah ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1140 Sat, 06 Dec 2025 19:36:13 +0700 Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Melalui Pendekatan Matematika Realistik https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1101 <p>Berpikir kreatif penting bagi siswa saat mempelajari matematika. Siswa perlu berpikir kreatif agar mudah menyelesaikan masalah. Pendekatan pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah pembelajaran matematika realistik. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dan pembelajaran konvensional. (2) untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 40 siswa. Instrumen tes uraian terdiri dari empat soal dilengkapi dengan kunci jawaban. Data diperoleh dari hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> dianalisis menggunakan <em>Microsoft Office Excel</em> dan <em>SPSS </em>dengan taraf nyata &nbsp;= 0,05. Hasil penelitian diperoleh, (1) hasil perhitungan <em>N-Gain </em>siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik meningkat 0,50 (kategori sedang), sedangkan siswa mempeoleh pembelajaran konvensional meningkat 0,40 (kategori sedang). (2) hasil analisis <em>N-Gain</em> guna mengukur besarnya mutu peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik lebih baik daripada siswa memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian selanjutnya melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini terbatas.</p> Isman M Nur, Muzakir Hi Sultan, Ruslan Laisouw, Hasanuddin Usman, Yani Awal, Maya Rumakat, Fachmi Buamona ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1101 Wed, 17 Dec 2025 01:27:59 +0700 Optimalisasi Penyusunan Jadwal Pelajaran Menggunakan Pewarnaan Graf Dengan Algoritma Welch–Powell https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1155 <p>Dalam penyusunan jadwal kelas serta pembagian tugas mengajar untuk setiap mata pelajaran, sering muncul permasalahan berupa konflik jadwal. Situasi ini biasanya terjadi ketika seorang guru dijadwalkan mengajar mata pelajaran yang sama pada waktu yang sama di kelas berbeda, atau ketika guru harus mengajar dua mata pelajaran berbeda secara bersamaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Algoritma <em>Welch–Powell</em> sebagai salah satu metode pewarnaan graf dapat diterapkan dalam proses penjadwalan. Pada metode ini, mata pelajaran dan guru direpresentasikan sebagai graf, di mana setiap mata pelajaran menjadi simpul <em>(vertex)</em> dan setiap sisi <em>(edge)</em> menunjukkan keterkaitan antar kelas yang diajar oleh guru yang sama. Proses pewarnaan graf dilakukan dengan memilih simpul berderajat tertinggi sebagai langkah awal. Hasil penerapan algoritma menunjukkan bahwa pewarnaan graf mampu memfasilitasi penyusunan jadwal pelajaran dan penugasan guru secara lebih efektif, sehingga potensi terjadinya konflik jadwal dapat dihilangkan.</p> Zaskia Aliyah Zahira, Kamariah Kamariah, Inggrid Marlissa, Maria Fransina Veronica Ruslau, Sinta Verawati Dewi ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1155 Wed, 17 Dec 2025 06:05:46 +0700 Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMA dalam Mengerjakan Soal PISA Ditinjau dari Gaya Kognitif https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1139 <p>This research aims to describe the mathematical literacy ability of high school students in solving PISA problems reviewed from the cognitive style of field Dependent (FD) and Field Independent (FI). The research uses a descriptive qualitative approach with four class X students as subjects, which is determined based on the GEFT test results. Data collection was carried out through a math literacy ability test based on six levels of PISA and interviews to explore the student's thinking process. The research results show that students with FI cognitive style are able to meet level 1 to 5 math literacy indicators, while FD students can only meet level 1 and 3 indicators. Both types of cognitive forces are unable to reach the level 6 indicator. This study concluded that cognitive style affects students' mathematical literacy ability, especially in understanding information, building mathematical models, and drawing&nbsp;conclusions.</p> Nurul Qomariyah, Sumartono Sumartono, Lusiana Prastiwi ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1139 Wed, 17 Dec 2025 06:14:44 +0700 Analisis Pemanfaatan Alat Peraga Benda Konkret “Gaba” Sebagai Media Pembelajaran Matematika Siswa di SMP Negeri 5 Halmahera Selatan https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1172 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan proses pemanfaatan alat peraga benda konkrit “Gaba” sebagai media pembelajaran matematika siswa SMP Negeri 5 Halmahera Selatan dan mengetahui hasil belajar siswa setelah memanfaatkan alat peraga benda konkrit “Gaba” sebagai media pembelajaran di kelas, untuk mendapatkan data yang akurat pada pelaksanaan penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi guru matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran berupa alat peraga benda konkrit “Gaba” sebagai salah satu sumber belajar siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan alat peraga benda konkrit “Gaba” pada pembelajaran matematika di SMP Negeri 5 Halmahera Selatan mampu memberikan pengalaman belajar yang inovatif lebih bermakna dan membantu siswa memahami konsep bangun ruang secara konkret. Siswa dapat dengan mudah memvisualisasikan bentuk dan struktur bangun ruang secara langsung sehingga dapat menghubungkan objek nyata dengan representasi matematis. Selain itu, penggunaan Gaba juga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran pada pelaksanaannya siswa sangat antusias dan termotivasi serta terlibat aktif saat mengikuti pembelajaran, dengan pemanfaatan alat peraga benda konkrit guru mampu menyesuaikan materi yang disampaikan serta mampu membuat pembelajaran matematika lebih mudah dan menyenangkan sehingga siswa dengan mudah memahami materi yang disampaikan dan berdampak positif bagi prestasi hasil belajar siswa.</p> Maya Rumakat ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1172 Wed, 17 Dec 2025 00:00:00 +0700 Studi Kasus Penggunaan Media Interaktif Berbasis Digital Dalam Pembelajaran Matematika Di SD Negeri 11 Tilamuta https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1179 <p><span lang="EN-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pengguanaan media interaktif dalam pemahaman konsep matematika di SD Negeri 11 Tilamuta. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data diperoleh melalui angket tertutup berbasis skala Likert yang di sebarkan kepada 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan siswa terhadap penggunaan media interaktif tergolong tinggi, dengan rata-rata persentase tanggapan positif sebesar 70,1 %. Meskipun media digital memberikan dampak positif terhadap motivasi, pemahaman konsep, dan kepercayaan diri siswa, masih ditemukan kejenuhan dan kurangnya keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa media digital memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajatan Matematika, namun implementasinya perlu disesuaika dengan karakteristik siswa serta didukung oleh variasi media dan strategi pembelajaran interaktif dan kolaboratif.</span></p> Dessy Delviana Budiman ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1179 Wed, 17 Dec 2025 15:35:03 +0700 Sintesis Pemikiran Vygotsky dan DePorter untuk Inovasi Pembelajaran Matematika di Era Kurikulum Merdeka https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1071 <p style="font-weight: 400;">Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan bagi guru dan peserta didik untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, khususnya pada mata pelajaran matematika. Artikel ini menelaah keterpaduan antara teori perkembangan kognitif Lev Vygotsky dengan konsep <em>Zone of Proximal Development</em> (ZPD) dan <em>scaffolding </em>serta pendekatan <em>Quantum Learning</em> dari Bobbi DePorter yang menekankan pembelajaran aktif dan positif.</p> <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menggunakan metode <strong>Systematic Literature Review (SLR)</strong> dengan protokol <strong>PRISMA</strong>, melibatkan proses identifikasi, seleksi, dan sintesis artikel secara sistematis. Data diperoleh dari lima basis data utama, yakni Google Scholar, ERIC, DOAJ, SINTA, dan ProQuest, menggunakan kata kunci terkait ZPD, scaffolding, TANDUR, dan pembelajaran matematika. Dari 96 artikel awal yang ditemukan (tahun 2020–2025), sebanyak </span><strong>15 artikel</strong><span style="font-weight: 400;"> memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui pendekatan campuran kualitatif–kuantitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa teori Vygotsky menekankan perkembangan kognitif melalui interaksi sosial dan scaffolding bertahap, sementara Quantum Learning berfokus pada penguatan aspek afektif dan motivasional melalui tahapan TANDUR. Integrasi keduanya menghasilkan kerangka pembelajaran matematika yang lebih holistik, di mana scaffolding dapat dioperasionalkan dalam setiap fase TANDUR untuk mengoptimalkan dukungan kognitif dan emosional siswa secara simultan. Implikasi penelitian menegaskan perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru serta pengembangan media belajar interaktif agar integrasi kedua pendekatan dapat diimplementasikan secara efektif dalam konteks Kurikulum Merdeka.</span></p> Andini Mahardika Wijayavania, Varialya Kayla Azzahra, Kusno . ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1071 Wed, 17 Dec 2025 16:02:14 +0700 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Pada Materi Bilangan https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1202 <p>Pembelajaran matematika pada materi bilangan di sekolah menengah pertama masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya hasil belajar siswa, yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi ini menuntut penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan tanggung jawab belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi bilangan di kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan desain siklus yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian terdiri atas tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan melihat peningkatan nilai rata-rata, ketuntasan belajar klasikal, serta hasil observasi pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 45,75% pada tes awal, menjadi 60,75% pada siklus I, dan mencapai 86,55% pada siklus II. Selain itu, aktivitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan seiring dengan optimalnya penerapan langkah-langkah model NHT. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain jumlah subjek penelitian yang relatif kecil dan ruang lingkup materi yang terbatas pada materi bilangan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menerapkan model NHT pada materi matematika lain, melibatkan jumlah subjek yang lebih besar, serta mengombinasikan NHT dengan pendekatan pembelajaran lain guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.</p> Yani Awal ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1202 Wed, 17 Dec 2025 00:00:00 +0700 Analisis Learning Obstacle Siswa dalam Menyelesaikan Soal Computational Thinking pada Materi Barisan dan Deret https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1191 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis learning obstacle yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal-soal computational thinking pada materi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI KM 2 di SMAN 13 Gowa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan <em>computational thinking</em>, observasi pembelajaran, serta wawancara dengan siswa dan guru. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan belajar yang sangat tinggi pada hampir seluruh indikator computational thinking, dengan rata-rata hambatan sebesar 97%. Hambatan belajar meliputi: (1) kesalahan dalam melakukan dekomposisi atau identifikasi masalah, karena siswa tidak mampu menentukan informasi penting pada soal, terutama soal cerita; (2) kesulitan mengenali pola sehingga keliru menggunakan rumus barisan atau deret; (3) miskonsepsi dalam melakukan abstraksi dan generalisasi, ditandai dengan kecenderungan menggunakan seluruh informasi tanpa memilah yang relevan; serta (4) kelemahan dalam berpikir algoritmik karena siswa tidak mampu menyusun langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Wawancara mengungkap bahwa siswa jarang diberikan soal kontekstual sehingga tidak terlatih memahami informasi, serta masih bingung membedakan barisan dan deret. Penelitian ini menyimpulkan bahwa learning obstacle siswa didominasi oleh hambatan epistemologis dan didaktis, yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman konsep dasar, kurangnya variasi latihan soal, dan belum optimalnya keterkaitan antara materi dan konteks.</p> Suryadi Ishak, Nurul Fajri Ninsih, Irfawandi Samad, Ari Wibowo, Fathullah Wajdi ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1191 Mon, 22 Dec 2025 15:39:42 +0700 Analisis Kesulitan Matematika Materi Bentuk Aljabar Kelas VII Di SMP Katolik St. Agustinus Adisucipto Kupang https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1174 <p>Matematika adalah mata pelajaran penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis dan sistematis. Salah satu materi dasar di SMP adalah bentuk aljabar yang menjadi fondasi untuk memahami matematika lanjutan. Berdasarkan wawancara dengan guru matematika kelas VIIE SMP Katolik St. Agustinus Adisucipto Kupang, diketahui bahwa meskipun materi bentuk aljabar telah diajarkan, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan memahaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa kelas VIIE dalam memahami bentuk aljabar menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa dengan tingkat kemampuan berbeda, yaitu tinggi (POS), sedang (ACE), dan rendah (OGB), yang dipilih berdasarkan nilai sumatif dan formatif. Teknik pengumpulan data meliputi tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POS memahami konsep dasar tetapi kesulitan menerapkan prinsip aljabar dan menyelesaikan soal cerita. ACE juga memahami konsep, namun masih keliru dalam menggunakan prinsip dan memodelkan variabel. Sementara itu, OGB mengalami kesulitan paling berat karena tidak memahami konsep dasar dan menyalin pekerjaan temannya. Dapat disimpulkan bahwa seluruh subjek mengalami kesulitan pada aspek tertentu. Disarankan agar guru menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dan visual untuk meningkatkan pemahaman aljabar. Penelitian ini berkontribusi terhadap strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif di tingkat SMP.</p> Elisabeth Anania Sea, Samuel Igo Leton, Bernadeta Suni ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1174 Mon, 22 Dec 2025 15:43:21 +0700 Integrasi Teori Belajar Bandura, Piaget, dan Bruner dalam Pembelajaran Matematika Abad 21 https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1083 <p>Pendidikan di abad ke-21 menuntut pembelajaran matematika yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Namun, berbagai penelitian masih menunjukkan adanya kesenjangan antara teori pembelajaran klasik dan penerapannya dalam praktik mengajar masa kini. Sebagian besar penelitian hanya membahas teori Bandura, Piaget, atau Bruner secara terpisah, tanpa melihat bagaimana ketiganya dapat diintegrasikan untuk memperkuat pembelajaran matematika di era modern. Penelitian ini bertujuan meninjau literatur tentang teori belajar Bandura, Piaget, dan Bruner, serta menganalisis bagaimana integrasi ketiganya dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah tinjauan Pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari artikel, buku, dan jurnal ilmiah terbitan tahun 2015-2025 yang dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Bandura berperan dalam membangun motivasi dan kepercayaan diri melalui observasi dan peniruan (modeling), teori Piaget menekankan pentingnya menyesuaikan pembelajaran dengan tahap perkembangan kognitif siswa, sementara teori Bruner menyoroti proses bertahap melalui representasi dan scaffolding. Integrasi ketiganya menghasilkan kerangka pembelajaran matematika yang lebih menyeluruh, fleksibel, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur Pendidikan dengan menawarkan model integratif teori belajar. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran matematika yang lebih kreatif, inovatif, dan bermakna.</p> Rosalina Nurul Bidayah, Burhannurfirdaus ., Nena Meilan, Kusno . ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1083 Tue, 23 Dec 2025 19:49:37 +0700 Analysis Model Matematika Penyebaran Tuberculosis Dengan Penerapan Kendali Penyuluhan Masyarakat https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1120 <p>Penelitian ini membahas efektifitas kendali penyuluhan masyarakat untuk pencegahan penyebaran Tuberkulosis (TB) di Jawa Timur. Tuberkulosis (TB) perlu dicegah penyebarannya di Jawa Timur dan di Indonesia umumnya karena laporan dari Global TB Report 2024, Indonesia menempati nomor dua di Dunia dalam hal kasus terinfeksi Tuberkulosis (TB). Penelitian dimulai dengan membentuk model matematika baru ,yang disebut dengan persamaan <em>state</em>, dengan cara menambahkan kendali baru yaitu penyuluhan masyarakat di kelas <em>susceptible</em> dan dibentuk fungsi tujuan baru untuk meminimalkan kelas terinfeksi Tuberkulosis (TB). Dengan prinsip <em>Pontryagin</em> kemudian dibentuk fungsi Hamiltonian. Selanjutnya dari fungsi Hamiltonian diperoleh persamaan <em>costate</em> dan fungsi kendali optimal. Proses dilanjutkan dengan menggunakan metode <em>sweep step fordward </em>diperoleh bentuk numerik dari persamaan <em>state</em> dan metode <em>sweep step backward </em>diperoleh bentuk numerik persamaan <em>costate</em>. Kemudian dengan menggunakan Runge-Kutta orde 4, dilakukan simulasi numerik dengan menggunakan data-data pada penelitian terdahulu. Simulasi menggunakan software Matlab tersebut menghasilkan bahwa kendali penyuluhan masyarakat dapat menurunkan persentase individu terinfeksi Tuberkulosis (TB). Penurunan ini mengakibatkan persentase individu yang membutuhkan pengobatan Tuberkulosis (TB) juga mengalami penurunan. Karena persentase individu yang diobati menurun maka persentasi individu yang sembuh dari Tuberkulosis (TB) juga menurun akibat tidak adanya individu yang terinfeksi Tuberkulosis (TB). Oleh karena itu, disimpulkan kendali penyuluhan masyarakat efektif mencegah penyebaran Tuberkulosis (TB) di Jawa Timur.</p> Nilwan Andiraja ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1120 Tue, 23 Dec 2025 20:02:43 +0700 Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan Smart Apps Creator untuk Mengeksplor Kemampuan Literasi Matematis https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1133 <p>Kemampuan literasi matematis siswa masih tergolong rendah, khususnya dalam memahami dan menerapkan konsep pada materi Teorema Pythagoras. Kondisi ini diperburuk oleh penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mendukung interaksi serta visualisasi konsep. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi interaksi dan membantu siswa dalam memahami konsep serta menerapkannya pada konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbantuan Smart Apps Creator (SAC) pada materi Teorema Pythagoras yang layak dan mampu mendukung eksplorasi kemampuan literasi matematis siswa. Metode yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap <em>Analyze</em>, <em>Design</em>, <em>Develop</em>, <em>Implementation</em>, dan <em>Evaluation</em>. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli dan angket respon siswa, dianalisis menggunakan skala Likert dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata validasi ahli media sebesar 98,5% dan ahli materi sebesar 96,4%, keduanya termasuk kategori “sangat layak”. Respon siswa pada uji coba kelompok kecil dan lapangan memperoleh rata-rata 87,63% dengan kategori “sangat baik”. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbantuan Smart Apps Creator dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam pembelajaran matematika, serta berpotensi meningkatkan literasi matematis siswa. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan uji efektivitas secara lebih luas.</p> Wulan Wulan, Anisa Nur Saadah, Kiki Windayani, Nani Ratnaningsih ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1133 Tue, 23 Dec 2025 00:00:00 +0700 Model Matematika dalam Pemilihan mekanisme koordinasi pada sistem Multiagen menggunakan proses markov https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1201 <p><span lang="EN-US">Artikel ini menyajikan dan mengevaluasi kerangka pengambilan keputusan yang memungkinkan agen otonom untuk secara dinamis memilih mekanisme yang mereka gunakan untuk mengoordinasikan kegiatan yang saling terkait dalam konteks sekolah yang berkelanjutan. Dengan mengadopsi kerangka kerja Proses Markov, mekanisme koordinasi bergeser dari yang telah ditentukan sebelumnya pada waktu desain menjadi dipilih secara adaptif oleh agen pada waktu berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan koordinasi yang berlaku. Melalui pendekatan ini, agen dapat membuat keputusan yang tepat mengenai kapan dan bagaimana berkoordinasi, serta kapan harus menanggapi permintaan koordinasi. Kerangka kerja dievaluasi secara empiris menggunakan skenario dunia grid, dan hasilnya menyoroti jenis lingkungan di mana ia paling efektif. Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk menerapkan kerangka kerja ini ke pengaturan yang lebih kompleks dan realistis, menggabungkan metode berbasis pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi di bawah ketidakpastian, dan mengevaluasi kinerja menggunakan indikator keberlanjutan yang lebih luas untuk meningkatkan relevansi praktis dan generalisasinya.</span></p> Maxtulus Junedy Nababan, Gayus Simarmata ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1201 Fri, 26 Dec 2025 12:15:48 +0700 Pemahaman Konsep Bentuk Aljabar Siswa SMP Berdasarkan Teori Pirie-Kieren Ditinjau dari Jenis Kelamin https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1229 <p>Pemahaman konsep merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa mengaitkan konsep, prosedur, dan strategi penyelesaian masalah, khususnya pada materi bentuk aljabar yang bersifat abstrak. Rendahnya pemahaman konsep aljabar masih menjadi permasalahan di tingkat sekolah menengah pertama dan dipengaruhi oleh proses berpikir serta karakteristik individu, salah satunya jenis kelamin. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mampu menelusuri secara mendalam proses pemahaman konsep siswa berdasarkan tahapan perkembangan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep bentuk aljabar siswa SMP ditinjau dari jenis kelamin berdasarkan teori Pirie–Kieren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil tes pemahaman konsep dan rekomendasi guru. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis pemahaman konsep bentuk aljabar dan pedoman wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada lapisan pemahaman teori Pirie–Kieren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes awal kedua subjek berada pada lapisan <em>Image Having</em> dan hanya mampu memenuhi indikator menyatakan ulang konsep. Perbedaan proses berpikir terlihat ketika siswa menghadapi kesulitan, di mana siswa perempuan menunjukkan kecenderungan melakukan <em>folding back</em> sehingga pada tes ulang mengalami peningkatan pemahaman konsep. Sebaliknya, siswa laki-laki tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pembelajaran yang mendorong refleksi dan <em>folding back</em> serta perlunya strategi pembelajaran yang memperhatikan perbedaan proses berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan subjek dan materi yang lebih beragam serta mengkaji faktor lain yang memengaruhi pemahaman konsep berdasarkan teori Pirie–Kieren.</p> Mila Rusdiana Dewi, Moh Zayyadi, Sri Irawati ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1229 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 Analisis Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah HOTS https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1228 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi Statistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pademawu pada tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIA yang berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS, dipilih tiga siswa sebagai subjek penelitian yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan menyelesaikan masalah HOTS materi Statistika dan pedoman wawancara. Analisis kemampuan siswa didasarkan pada indikator pemecahan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. &nbsp;Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan masalah siswa masih tergolong rendah. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu cara dan memenuhi sebagian besar indikator pemecahan masalah. Siswa kategori sedang mampu menyelesaikan sebagian masalah namun masih mengalami kesalahan konsep dan kesulitan dalam mengaitkan data dengan konteks cerita. Sementara itu, siswa kategori rendah belum mampu memahami permasalahan dan tidak memenuhi indikator pemecahan masalah. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya pembelajaran matematika yang berorientasi pada soal HOTS dan proses berpikir siswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.</p> Asifaul Ulum, Moh Zayyadi, Hairus Saleh ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1228 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 Analisis Commognitive Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pada Materi Teorema Phytagoras https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1230 <p>Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir yang diperoleh, tetapi juga oleh proses berpikir dan cara siswa mengomunikasikan ide matematisnya. Analisis terhadap proses tersebut menjadi penting untuk memahami bagaimana siswa membangun makna, memilih strategi, serta merefleksikan langkah penyelesaian yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses commognitive siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas VIII-A SMPN 1 Pademawu yang dipilih berdasarkan variasi strategi penyelesaian masalah dan kemampuan komunikasi matematika. Instrumen penelitian berupa soal esai Teorema Pythagoras dan pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui hasil pekerjaan tertulis siswa dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis dengan mengacu pada tahapan penyelesaian masalah Polya dan komponen <em>commognitive </em>yang meliputi <em>word use, visual mediator, narrative,</em> dan <em>routine</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu melaksanakan seluruh tahapan penyelesaian masalah, mulai dari memahami masalah hingga melihat kembali hasil yang diperoleh, dengan memanfaatkan keempat komponen <em>commognitive</em>. Meskipun demikian, setiap subjek menunjukkan pola <em>commognitive</em> yang berbeda sesuai dengan strategi yang digunakan, yaitu substitusi langsung dengan rumus, penggunaan gambar atau sketsa visual, serta strategi coba-coba menggunakan triple Pythagoras. Perbedaan tersebut tampak pada dominasi komponen tertentu, seperti penggunaan simbol formal, <em>mediator visual</em>, maupun prosedur eksploratif. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran matematika perlu memberikan ruang bagi keberagaman strategi dan mendorong siswa untuk mengomunikasikan proses berpikirnya secara eksplisit, sehingga pengembangan kemampuan berpikir dan komunikasi matematika dapat berjalan secara seimbang.</p> Anna Yuhanna, Moh Zayyadi, Indah Rohmahwati ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1230 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700