JBES: Journal of Biology Education and Science
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">JBES adalah terbitan berkala ilmiah (ISSN: 2808-019X) yang menyajikan publikasikan artikel-artikel ilmiah yang meliputi tema Pendidikan Biologi dan Sain Biologi. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari, Juli dan November. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Fokus dari jurnal ini adalah untuk menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam bidang Pendidikan Biologi dan Sains Biologi.</span></span></span></span></p>Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternateen-USJBES: Journal of Biology Education and SciencePENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI PADU DENGAN APLIKASI CAPCUT PADA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X MADRASAH ALIYAH DARUL ULUM SASA KOTA TERNATE
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1125
<p>Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi kelas X di Madrasah Aliyah Darul Ulum Sasa Kota Ternate masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, penggunaan metode konvensional, dan rendahnya aktivitas belajar siswa yang berdampak pada pencapaian hasil belajar yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran <em>Problem based learning </em>(PBL) yang dipadu dengan aplikasi <em>CapCut</em> dalam meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik pada peserta didik kelas X.A di Madrasah Aliyah Darul Ulum Sasa Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-A yang berjumlah 16 orang. Hasil belajar siklus I menunjukkan nilai kognitif dari 32,92 (<em>pretest</em>) meningkat menjadi 72,33 (<em>posttest</em>), hasil afektif berada dalam kategori “Baik”, dan hasil psikomotorik menunjukkan tingkat keberhasilan 77,67%. Pada siklus II terjadi peningkatan signifikan terhadap hasil kognitif mencapai 90,31 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 87,5%. Aspek afektif meningkat dari kategori “Baik” menjadi “Sangat Baik”, dan psikomotorik mencapai keberhasilan sebesar 87,18%.</p>Risna Ahmad, Taufiq Taher, Najamudin Marsaoly
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-3053112ANALISIS KESIAPAN GURU DAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DALAM KESIAPAN DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KECAMATAN GALELA INDUK
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1126
<p><strong>Abstrak :</strong> kesiapan guru dapat dimaknai sebagai kesiapan dalam menciptakan situasi belajar siswa agar berperan aktif dalam melaksanakan tugas-tugasnya, kesiapan guru dalam merancang pembelajaran merupakan kunci dari kesuksesan pembelajaran di kelas. melalui proses pembelajaran siswa difasilitasi untuk berinteraksi baik dengan guru, sumber belajar, maupun sesama siswa. kesiapan siswa merupakan kondisi awal dari suatu kegiatan belajar yang membuat seseorang siap untuk memberi respon atau jawaban pada diri siswa itu sendiri dengan cara tertentu.Model pembelajaran berbasis <em>deep learning</em> (DL) dapat digunakan untuk sistem pendidikan adaptif yang dipersonalisai. Pembelajaran yang dipersonalisasi dapat dimanfaatkan untuk membuat jenis pendidikan ini lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kesiapan guru dan siswa di Kecamatan Galela Induk Kabupaten Halmahera Utara rata-rata diperoleh kategori Baik dalam pembelajaran tetapi dilihat dari kesiapan pembelajaran dengan pendekatan <em>Deep Learning </em>guru dan siswa di SMA Negeri 2 Halmahera Utara kesiapannya jauh lebih baik di bandingkan dengan SMAS Muhammadiyah dan MA Muhammadiyah Soasio.</p>Nunung parasaja, Muhammad Hidayat, M. Iksan B Aly
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30531320IMPLEMENTASI VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 12 TIDORE KEPULAUAN
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1127
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Implementasi video pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar Biologi pada siswa kelas XI SMA Negeri 12 Tidore Kepulauan, serta mengidentifikasi efektivitas video pembelajaran sebagai media pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan <em>Research and Development </em>(R&D). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berjumlah 15 siswa/i. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor angket minat belajar sebelum perlakuan adalah 660 dari skor maksimal 1.875 atau sebesar 35,2% dengan kategori “Kurang”. Setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan video, skor meningkat menjadi 1.580 atau 84,2% dengan kategori “Baik”. Dari hasil perhitungan terhadap seluruh data siswa, diperoleh rata-rata nilai N-Gain sebesar 69,17% (cukup efektif). Yang berarti bahwa video pembelajaran yang di gunakan tergolong efektif dalam menyampaikan materi. Hal ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran bukan sekadar alat bantu, tetapi juga strategi penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, terutama untuk materi yang membutuhkan pemahaman visual. Data wawancara juga mendukung hasil angket, di mana siswa menyatakan lebih mudah memahami materi, merasa lebih tertarik, serta lebih antusias mengikuti pembelajaran Biologi setelah menggunakan media video. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi video pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar Biologi siswa, khususnya pada materi sistem reproduksi manusia.</p>Srimulyani Asis, Taufiq Taher, Jena Andres
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30532139ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA SEKOTA TERNATE DI SMA KELAS XII UNTUK MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1128
<p><strong>ABSTRAK: </strong>Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Sekota Ternate Di SMA Kelas XII Untuk Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi tahun ajaran 2025/2026. Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Institut Sains Dan Kependidikan (Isdik) Kie Raha Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal terhadap minat siswa dalam melanjutkan studi keperguruan tinggi di SMA kelas XII sekota Ternate. Jenis dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan penelitian secara kualitatif, penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamia, dimana peneliti akan sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data yang dilakaukan menggunakan angket dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA se Kota Ternate. sampel diambil menggunakan <em>cluster sampling</em>. <em>Cluster sampling</em> atau kelompok digunakan karena populasi penelitian tergabung dalam kelompok kelas sehingga sampel yang diambil hanya mewakili saja. Dengan jumlah sampel sebanyak 129 siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa minat siswa kelas XII di kota Ternate untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.</p>Gisna Parangi, Ermin, Muhammad Hidayat
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30534046PERBEDAAN UJI ORGANOLEPTIK PENGASAPAN IKAN JULUNG DENGAN MENGGUNAKAN KAYU MANGROVE DAN KULIT KELAPA DI DESA WAIBOGA KABUPATEN KEPULAUAN SULA
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1129
<p><strong>Abstrak:</strong>Ikan merupakan salah satu sumber pangan yang kaya protein yang sangat di butuhkan oleh manusia, akan tetapi ikan juga memiliki kandungan air yang tinggi sehingga mudah rusak (Perishable food). Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk menghambat proses pembusukan dengan cara pengawetan dan pengolahan. Penggunaan asap cair dapat mampu memberikan karakteristik berupa aroma, warna, rasa dan tekstur yang sangat spesifik pada produk ikan asap yang dapat dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengevaluasi karakteristik uji organoleptik ikan julung asap berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan seperti kayu mangrove dan kulit kelapa yang meliputi dari ulangan yaitu (warna, rasa, aroma dan tekstur). Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan dan 5 ulangan sehingga diperoleh 10 unit percobaan yang terdapat pada pengasapan (kayu mangrove dan kulit kelapa).Hasil uji organoleptik ikan julung dengan perlakuan dari asap kayu mangrove memiliki nilai rata-rata lebih tinggi untuk semua uji organoleptik yang meliputi dari (warna, rasa, aroma dan tekstur) dengan nilai tersebut, secara berurutan adalah sebagai berikut (4,91; 4,60; 4,82 dan 4,78) sedangkan untuk perlakuan dengan kulit kelapa memiliki nilai yang lebih rendah</p>1Risda Tidore, Jena Andres, Taufik Taher, Iksan B Aly
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30534755PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING(PjBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SATAP MANGOLI UTARA TIMUR
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1130
<p><strong>Abstrak:</strong>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Keanekaragaman Hayati pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 SATAP Mangoli Utara Timur. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 SATAP yang berjumlah 15 siswa. Tekhnik pengumpulan data adalah lembar observasi aktivitas siswa dan soal tes. Tekhnik analisis data menggunakan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan model <em>Projec</em> <em>Based</em> <em>Learning</em> (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Peningkatan terjadi pada siklus I, aktifitas pembelajaran dan kemandirian siswa meningkat walaupun belum optimal. Pelaksanaan siklus II menyebabkan aktivitas dan hasil belajar menjadi baik dan kemandirian belajar siswa meningkat menjadi tinggi sehingga bisa mendukung suatu pembelajaran yang berkualitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan <em>Projec</em> <em>Based</em> <em>Learning</em> (PjBL) pada siklus I terdapat 7 siswa (46,67%) dari 15 siswa mengalami ketuntasan dengan nilai rata-rata daya serap sebesar 69,33 sedangkan pada siklus II 11 siswa (73,33%) mengalami ketuntasan dengan rata-rata daya serap sebesar 74,20 sehingga dapat disimpulan bahwa penerapan model project based learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 SATAP Mangoli Utara Timur.</p>Fitriyani Anwar, Jena Andres, M. Iksan B Aly, Rifai Kasman
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30535664PERAN DAN PENGETAHUAN KOMUNITAS LOKAL DALAM MENGURANGI PENCEMARAN AIR SUNGAI DI DESA SAGEA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1148
<p>Lingkungan sungai memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih bergantung pada sumber daya air untuk keperluan sehari-hari, pertanian, maupun aktivitas ekonomi. Sungai yang bersih tidak hanya menjadi sumber air, tetapi juga bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat setempat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah di Indonesia menghadapi tantangan serius berupa meningkatnya pencemaran sungai akibat aktivitas manusia, mulai dari pembuangan limbah rumah tangga, meningkatnya penggunaan bahan kimia, hingga aktivitas pembangunan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Desa Sagea terletak di Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah. Sungai Sagea merupakan sumber air utama bagi kebutuhan domestik, pertanian, dan aktivitas ekonomi lokal. Dalam tiga tahun terakhir, sungai ini mengalami peningkatan kekeruhan air terutama pada musim hujan, yang oleh masyarakat dikaitkan dengan aktivitas pertambangan di wilayah hulu<strong>. </strong>Berdasarkan observasi lapangan, Sungai di Desa Sagea terdapat beberapa titik sungai menunjukkan adanya tumpukan sampah plastik, organik, dan sedimentasi akibat aktivitas pertambangan di sekitar, Peran komunitas lokal di Desa Sagea pada aliran daerah sungai belum mampu untuk menurukan Tingkat pencemaran air dan jumlah sampah padat hingga dan belume efektif dalam menaikkan kesadaran dan pengetahuan Masyarakat menyangkut pencemran air kenyataannya komunitas lokal aktif melakukan pengawasan dan pelaporan kondisi Sungai ketika air sungai Sagea berubah keruh.</p>Muhammad Hidayat, Taufik Taher, Jena Andres
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30536569STRATEGI PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS III DI SEKOLAH DASAR NEGERI 93 AMBON
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1275
<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pembelajaran inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik kelas III di sekolah dasar Negeri 93 Ambon. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru kelas, guru pendamping khusus (GPK), kepala sekolah, serta peserta didik kelas III. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 93 Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inklusif di sekolah ini dilakukan melalui perencanaan pembelajaran adaptif, penerapan metode diferensiasi, penggunaan media multisensorik, kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping khusus, dan evaluasi dan penilaian yang adaptif.</p>Sarty Imkari , Hajar Latuapo
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30537076Analisis Kondisi Sampah Pantai dan Sampah Rumah Tangga serta Upaya Pelestarian Lingkungan Pesisir di Pulau Maitara
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1276
<p>Pulau Maitara merupakan salah satu pulau kecil di Provinsi Maluku Utara yang memiliki potensi wisata bahari dan sumber daya pesisir yang tinggi. Namun, peningkatan aktivitas penduduk dan wisatawan berdampak pada meningkatnya volume sampah, terutama sampah plastik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kondisi pengelolaan sampah di Pulau Maitara serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan pengamatan umum terhadap kondisi lingkungan pulau. Hasil kajian menunjukkan bahwa sampah di Maitara masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kesadaran masyarakat, serta belum optimalnya sistem pengelolaan terpadu. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta menjaga kebersihan pantai.</p>Fali Apono
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30537786Analisis Hasil Belajar Kognitif Melalui Mode Mindful Learning
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1277
<p>Studi ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan pustaka sistematis dan analisis bibliometrik mengenai perkembangan penelitian Pembelajaran Bermindful dalam konteks pendidikan. Menggunakan metode PRISMA dan basis data Scopus, 44 artikel relevan dipilih dari total 1.647 dokumen untuk analisis mendalam. Studi ini berfokus pada tiga pertanyaan penelitian utama: keberlanjutan dan relevansi Pembelajaran Bermindful sebagai topik ilmiah (RQ1), alokasi sumber daya penelitian terkini termasuk publikasi, kolaborasi, dan pendanaan (RQ2), implikasi teoretis dan praktis dari temuan terbaru (RQ3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Bermindful tetap menjadi bidang penelitian global yang relevan dan terus berkembang, terutama sejak tahun 2010. Amerika Serikat, Taiwan, dan Tiongkok merupakan negara-negara terdepan dalam hal publikasi, sementara ilmu sosial dan psikologi merupakan disiplin ilmu yang dominan. Pemetaan kata kunci selanjutnya mengungkapkan hubungan yang kuat antara Pembelajaran Bermindful dan konsep-konsep terkait seperti empati, regulasi emosi, dan kesejahteraan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Bermindful memiliki potensi yang signifikan untuk diintegrasikan ke dalam praktik pendidikan yang lebih luas. Selain itu, bidang ini menawarkan banyak peluang untuk penelitian interdisipliner dan lintas budaya. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi para pendidik, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih reflektif, adaptif, dan berpusat pada siswa yang memprioritaskan kesejahteraan di samping prestasi akademik.</p>Iklima Asgar
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30538792Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Genetika di SMA Negeri 2 Halmahera Selatan
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1278
<p>Genetika merupakan salah satu materi biologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sering dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Kesulitan ini muncul karena materi genetika menuntut pemahaman konsep-konsep yang bersifat abstrak, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan dalam mengintegrasikan berbagai konsep yang saling berkaitan, seperti gen, kromosom, DNA, dan hukum pewarisan sifat. Selain itu, materi genetika juga banyak melibatkan istilah ilmiah, simbol, serta perhitungan persilangan yang memerlukan ketelitian dan pemahaman konseptual yang baik.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kesulitan belajar yang dialami siswa pada materi genetika di SMA, meliputi bentuk-bentuk kesulitan yang muncul, faktor-faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Analisis dilakukan berdasarkan kajian pustaka dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku teks biologi dan literatur pendidikan, serta temuan-temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pembelajaran genetika.Hasil analisis menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi genetika dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kemampuan kognitif siswa, tingkat motivasi belajar, minat terhadap mata pelajaran biologi, serta kesiapan mental dalam menerima materi yang kompleks. Sementara itu, faktor eksternal meliputi metode pembelajaran yang kurang bervariasi, penggunaan media pembelajaran yang belum optimal, serta penyajian materi yang kurang kontekstual. Kesulitan-kesulitan tersebut berimplikasi pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar siswa.Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dalam proses pembelajaran genetika melalui penerapan strategi pembelajaran yang inovatif, aktif, dan kontekstual, serta pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai. Dengan demikian, diharapkan kesulitan belajar siswa pada materi genetika dapat diminimalkan dan tujuan pembelajaran biologi di SMA dapat tercapai secara optimal.</p>Nabila Soamole
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-30539399PEGEMBAGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI CERI-CIRI MAHALUK HIDUP
https://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jbes/article/view/1279
<p>Penggunaan multimedia dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang kompleks, termasuk mengenai ciri-ciri mahluk hidup. Ciri-ciri mahluk hidup merupakan konsep dasar yang penting untuk memahami kehidupan organisme. Namun, penyampaian materi ini seringkali terbatas oleh metode konvensional yang kurang menarik dan kurang interaktif. Oleh karena itu, pengembangan multimedia pembelajaran biologi yang melibatkan teks, gambar, animasi, audio, video, dan simulasi interaktif menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan memanfaatkan berbagai elemen multimedia, siswa dapat lebih mudah memahami dan mengingat ciri-ciri mahluk hidup, seperti bernafas, berkembang biak, tumbuh, bergerak, dan merespons lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi multimedia pembelajaran yang menyajikan materi ciri-ciri mahluk hidup secara interaktif dan menarik, serta untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan multimedia dapat membantu siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dan memahami konsep-konsep biologi dengan lebih baik. Diharapkan, pengembangan multimedia ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih menarik dan efektif bagi siswa dalam mempelajari biologi.</p>Selvia Retob
##submission.copyrightStatement##
2025-11-302025-11-3053100111