KAJIAN KONSERVASI LAHAN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM YANG BERKELANJUTAN
Abstrak
Degradasi hutan telah memberikan dampak terhadap bencana lingkungan seperti: banjir, tanah longsor, krisis air, dan pemanasan global. Laju deforestasi Indonesia pada tahun 2010 hingga 2021 adalah 1,6 juta hektar per tahun. Angka ini meningkat menjadi 2,84 juta hektar per tahun dari tahun 2021 hingga 2022. Meningkatnya laju deforestasi ini dipengaruhi oleh tidak dikelolanya hutan secara baik, penebangan berlebihan, dan pembalakan liar, perluasan pemukiman dan lain-lain. Studi ini mengkaji pengelolaan sumberdaya hutan dalam aspek konservasi sumberdaya lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat terhadap konservasi lahan. Hasil kajian ini menghasilkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah meningkatnya pendapatan, sedangkan dampak negatifnya dapat dilihat sebagai berikut: berkurangnya air, erosi tanah, penipisan tanah, sedimentasi, dan penipisan keanekaragaman hayati. Kerugian nilai ekonominya lebih tinggi dibandingkan keuntungan yang diterima. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa konservasi lahan dapat berpengaruh secara lansung dalam menjaga kestabilan sumberdaya lahan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Anwar, A 2000. Kumpulan Bahan Kuliah Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah da Perdesaan Program Pascasarjana IPB Bogor.
Anwar,A 2001c. Program Penanggulangan Kemiskinan dan Pembangunan Berkelanjutan. Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Program Pascasarjana IPB. Bogor
Arsyad, S.2000. konservasi tanah dan Air. Penerbit IPB-Press, Bogor.
Badan Pusat Statistik 2000 : Jawa Barat Dalam Angka 2000.
Darusman, D. 1993. Permukiman Perambahan Hutan Berwawasan Pembangunan Wilayah, makalah disampaikan pada diskusi terbatas Permukiman Masyarakat Perambah Hutan. Departemen Transmigrasi dan Permukiman Perambah Hutan, tanggal 4 Mei 1993. Jakarta.
Departemen kehutanan 1994. Kebijakan Kehutanan dalam Pengentasan Kemiskinan. Departemen Kehutanan. Jakarta.
Fauzi A. 2004. Ekonomi Sumberdaya Aalam dan Lingkungan. Jakarta PT. Gramedia
Pustaka utama.
Fauzi A. 2005. Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Makalah disampaikan
pada Seminar Pelatihan Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan,
Semarang, 4-8 Maret 2002
Haeruman,H.N.P., dan B.K. Budiyono 1986. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup dalam Rangka Startegis Pengembangan Wilayah. Bahan Seminar Pengelolaan Lingkungan Hidup di Daerah. Menteri KLH dan HIPIPWI. Jakarta.
Haeruman.H (2005) Paradigma Pengelolaan untuk menyelamatkan Hutan Hujan Tropik Indonesia: Membangun Etika Pengelolaan Hutan Lestari, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hadisapoetra, S. 1986. Biaya dan Pendapatan Dalam UsahaTani. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.
Ichsan Iing Moh. 2006, Membangun Etika Pengelolaan Sumberdaya Hutan Lestari
bersama Masyarakat. Jurnal Lintas Budaya & Pembangunan Berkelanjutan. Volume 1 no 1 tahun 2006
John Stuart Mill, Utlilitarianisme dalam May Larry, Chobanian, Wong kai (Editors),
Etika terapan Sebuah Pendekatan Multikultural, 2001 Tiara Wacana, Yogyakarta
Lynch, J.O. 1999. Promoting Legal Recognition of Community-Based Property Rights, Including the Commons: Some Theoretical Considerations. Paper Presented at a Symposium of the International Association for the Study of Common Property and the Workshop in Political Theory and Policy Analysis. USA: Indiana University.
Mubyarto, 1979. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES, Jakarta h.51-109
Kartodihardjo, H., K. Murtilaksono, H.S Pasribu,U. Sudadi, N. Nuryartono. 2002.
Kajian Institusi Pengelolaan DAS dan Konservasi Tanah. Koperasi Sodaliti.
Bogor.
Pakpahan, A. 1989. Kerangka Analitik Untuk Penelitian Rekayasa Sosial: Perspektif Ekonomi Institusi. Prosiding PATANAS Evolusi Kelembagaan Perdesaan di Tengah Perkembangan Tekonologi Pertanian. Pusat Penelitian Agroekonomi. Badan penelitian dan Pegembangan Pertanian. Bogor.
Palunsu, Jenny P. and M. Nessmer. 1997. Kependudukan, Vocational Education Development Centre PPPGT/VEDC. Malang
Pasaribu, H.S 1999. “ DAS Sebagai Satuan Perencanaan Terpadu dalam Kaitannya dengan Pengembangan Sektoral Berbasiskan Konservasi tanah dan Air “ Seminar sehari PERKASI DAS sebagai Satuan Perencanaan Terpadu dalam Pengelolaan Sumberdaya Air, 21 desember 1999. Jakarta.
Perum Perhutani. 1992. Keputusan Ketua Dewan Pengawas Prum Perhutani (Selaku Pengurus Perusahaan) Nomor 136/Kpts/Dir/2001 tentang Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat. Jakarta.
Prasetyo, LB. 2005. Perubahan Penutupan/Penggunaan Lahan, Degradasi
Lahan dan Upaya Penanggulannnya : Studi Kasus Di Daerah Aliran Sungai Citanduy
Rahardjo M. 2003. analisis kebijakan Pengelolaan Perikanan Budidaya Laut
Di Kepulauan Seribu (disertasi). Bogor : Program Pascasarjana.
Institut Pertanian Bogor
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##


