PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN MATERI LITOSFER DI SMA NEGERI 34 HALMAHERA SELATAN

  • Darling Surya Alnursa Institut Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara
Kata Kunci: Model Pembelajan Konstruktivisme, Hasil Belajar, Geografi

Abstrak

Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk penilitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara profesional. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X menggunakan model pembelajaran Kostruktivisme pada Materi Litosfer SMA Negeri 34 Halmahera Selatan. Dengan menggunakan jenis Penilitian Tindakan Kelas (PTK).

Berdasarkan hasil penelitian penerapan. model pembelajaran konstruktivisme di kelas X SMA Negeri 34 Halmahera Selatan terbukti mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, yang tercermin dari persentase aktivitas pada setiap siklus. Selain itu, penerapan model pembelajaran konstruktivisme juga berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan persentase ketuntasan belajar dari 52% pada Siklus I menjadi 81% pada Siklus II. Dengan demikian, model pembelajaran konstruktivisme efektif dalam meningkatkan keaktifan serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran yang diteliti.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. PT Bumi Aksara: Jakarta.
Al-Tabany, T. 2014. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual.Jakarta:Peaneda Media Grup.
Baharudin, Esa Nur Wahyuni, 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran, Ar-Ruz Media: Yogyakarta.
Dahar, Ratna Wilis (2002) Teori-teori Belajar. Erlangga: Jakarta.
Dahlan. 1990. Model-Model Mengajar. Cv. Diponogoro: Bandung.
Depdiknas. Undang-Undang no.20 Tahun 2013 tentang sistem pendidikan Nasional .(Jakarta,2003)
Dimyati, Dan Mudjiono. 2002. Belajar Dan Pembelajaran. Rineka Cipta: Jakarta.
Fakih. 1998. Pengantar Ilmu Pendidikan. UPT MKK UNNES: Semarang.
Fajri Ismail. 2016. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Palembang: Karya Sukses Mandiri.
Jumadi. 2017. Model-Model Pembelajaran Kelompok Sistem Perilaku. Pendidikan Fisika C S2: Universitas Negeri Yogyakarta.
Khosim, Noer. 2017.Model-Model Pembelajaran. Suryamedia Publishing.
Kawuwuang, Femmy Rosje. 2019. Implementasi Perangkat Pembelajara Inkuiri Terbuka dipadu NHT dan KemampuanAkademik. Malang: CV Serba Bintang.
Muslich, Mansur. 2009. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Konseptual. Bumi Aksara: Jakarta.
Nasution (1997). Metode Penelitian Naturalistik0Kualitatif. Tarsito: Bandung:
Rosyid, Moh, Zaiful, Mustajab dan Abdullah, Aminol, Rosid. 2019. Prestasi Belajar. Malang: Literasi Nusantara.
Sapriyah. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Widya Karya: Semarang.
Sumiati dan Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Cv. Wacana Prima: Bandung.
Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta: jakarta.
Sudjana, Nana. 2016. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Statistik Pendidikan . Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada.
Shoimin, A. (2017). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
Diterbitkan
2026-07-08