PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SD TAHUN 2026
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar pada materi pesawat sederhana. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan melibatkan dua kelas V pada salah satu SD Negeri di Kota Ternate, Maluku Utara. Kelas eksperimen yang terdiri atas 40 siswa memperoleh pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing, sedangkan kelas kontrol yang terdiri atas 40 siswa memperoleh pembelajaran dengan model konvensional. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep, tes keterampilan proses sains, angket respons siswa, dan wawancara guru. Tes yang digunakan berbentuk objektif untuk mengukur pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik standar untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Siswa yang belajar melalui model inkuiri terbimbing menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami konsep-konsep IPA serta dalam mengembangkan keterampilan proses sains. Selain itu, hasil angket dan wawancara menunjukkan bahwa guru dan sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan model pembelajaran ini. Mereka merasa lebih termotivasi, aktif, dan terlibat dalam proses pembelajaran. Model inkuiri terbimbing juga dinilai mampu memfasilitasi pemahaman konsep dan pengembangan keterampilan proses sains secara lebih efektif. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan pada materi IPA lainnya di sekolah dasar.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Amin, M. 1987. Mengajar IPA dengan Menggunakan Metode Discovery dan Inquiry. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) RI.
Bonnstetter.1998. Inquiry: Learning from the Past with an Eye on the Future. Electronic Journal for Research in Science & Mathematics Education (EJRSME).
BSNP. 2006. Buku Seri IPA Terpadu untuk SMP/MTs. Jakarta: Erlangga.
Exline. 2004. Workshop: Inquiry-Based Learning. New York: Thirteen/WNET.
Hamalik. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Haury.1993. Teaching Science through Inquiry. Ohio: ERIC Clearinghouse for Science, Mathematics, and Environmental Education (ERIC/CSMEE).
Joyce. 2000. Models of Teaching. Boston: Allyn & Bacon.
Karplus dan Herbert Their.1967. Model Learning Cycle. Rand McNally & Company.
McNeal dan D'Avanzo. 1996. Student-Active Science: Models of Innovation in College Science Teaching. Saunders College Publishing.
National Research Council (NRC). 2000. Inquiry and the National Science Education Standards: A Guide for Teaching and Learning. Washington: National Academy Press.
Richard Suchman. 1962. Inquiry Training. U.S. Office of Education
Sagala.2003.Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Wijaya. 2021. Keterampilan Proses Sains Dan Instrumen Pengukurannya. Depok. raja grafindo persada.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##


