NAHDLATUL ULAMA (NU) DAN PEMAHAMAN KEILMUAN ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (ASWAJA)

  • Firman Amir Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Historisitas, Ahlussunnah wal Jama’ah

Abstrak

Artikel ini membahas historisitas NU dan peran signifikan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga pemahaman keagamaan yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 1926, NU sangat konsisten dalam menjaga nilai-nilai keagamaan yang inklusif, moderat, dan toleran. Melalui metode penelitian kajian pustaka dan pendekatan kualitatif, artikel ini menganalisis berbagai sumber yang relevan. Konstribusi NU dalam mengamalkan pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sangat terasa perkembangannya ditengah masyarakat, nilai-nilai agama yang penuh kasih sayang, santun, serta penuh keilmuan dalam berdakwah sangat dianjurkan. Tokoh-tokoh penting dalam sejarah pendirian NU serta amalan mereka dalam ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah juga sangat berperan aktif seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Chasbullah, dan KH. Bisri Syamsuri. Peran NU dalam menjaga pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah selain menambah kesadaran intelektual dalam beragama, juga pada pengembangan moral, etika, dan nilai-nilai keislaman yang moderat. Melalui pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah, NU mencetak generasi cerdas yang berakhlak mulia, dan mampu memberikan konstribusi yang positif bagi Masyarakat Indonesia. Dalam ringkasan ini, penekanan diberikan pada peran dan konstribusi penting NU dalam pengamalan Ahlussunnah wal Jama’ah di Indonesia.

Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Historisitas, Ahlussunnah wal Jama’ah

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2026-07-08