JIPOR: Jurnal IPTEK Olahraga dan Rekreasi
http://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jipor
<p style="text-align: justify;">Jurnal JIPOR adalah terbitan berkala ilmiah (ISSN print<a title="ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1500541768" target="_blank" rel="noopener"> 2597-4343</a> dan online e-ISSN <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220307301137004" target="_blank" rel="noopener">2829-5595</a>) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang IPTEK Olahraga Dan Rekreasi, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, JIPOR menempuh misi untuk mendistribusikan informasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang IPTEK Olahraga Dan Rekreasi. Dengan menggunakan Open Journal System (OJS), JIPOR dapat diakses secara luas dan para peneliti dapat men-submit hasil-hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk artikel dengan mengikuti panduan-panduan yang telah disediakan oleh JIPOR.</p>Program Studi Pendidikan Olahraga ISDIK Kie Raha Kie Raha Maluku Utaraen-USJIPOR: Jurnal IPTEK Olahraga dan Rekreasi2597-4343Peran Interaksi Sosial dan Dukungan Lingkungan dalam Pembinaan Atlet Para-Bulu Tangkis di NPCI Kabupaten Sumedang
http://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jipor/article/view/1392
<p><span style="font-weight: 400;">Pembinaan atlet disabilitas memerlukan pendekatan multidimensional yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis fisik, melainkan juga penguatan modal sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi sosial dan dukungan lingkungan dalam program pembinaan atlet para-bulu tangkis di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pengurus, pelatih, dan atlet para-bulu tangkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial internal yang bercirikan nilai kekeluargaan, empati tinggi dari pelatih, serta resiprokal positif antar-atlet menjadi katalisator utama dalam menjaga konsistensi latihan di tengah keterbatasan finansial dan sarana. Hambatan struktural yang diidentifikasi meliputi ketergantungan absolut pada dana hibah pemerintah, keterbatasan alat aksesibilitas khusus seperti kursi roda olahraga, dan kendala geografis mobilitas atlet. Dukungan lingkungan makro berupa sinergi dengan masyarakat sekitar dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) terbukti krusial dalam meningkatkan kepercayaan diri serta penerimaan sosial atlet. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa ekosistem interaksi sosial yang kondusif mampu memitigasi keterbatasan fasilitas fisik guna mempertahankan motivasi berprestasi atlet disabilitas.</span></p>Karina SuryaniRetria Mazni HamzahTegar AdityaMuhammad Niryana D.O AlfandoDicka Satria PratamaFadlin Setia UtamaRuzal Ahmad Fauzi
##submission.copyrightStatement##
2026-06-012026-06-015116Perbandingan Latihan Push-Up Dan Latihan Melempar Shuttlecock Terhadap Ketrampilan Pukulan Lob Bulutangkis Pada Atlet Anak-Anak Putra PB Bimasakti Kota Ternate
http://www.jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jipor/article/view/1570
<p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (<em>quasi-experimental</em>) dan desain <em>Two Group Pretest-Posttest Design</em>. Populasi penelitian adalah seluruh atlet anak-anak di PB Bimasakti Kota Ternate yang berjumlah 18 atlet. Sampel penelitian berjumlah 16 atlet anak-anak putra yang dibagi menjadi dua kelompok (<em>Kelompok A/Push-Up</em> dan <em>Kelompok B/Melempar Shuttlecock</em>) masing-masing 8 atlet menggunakan teknik <em>ordinal pairing</em> berdasarkan hasil <em>pretest</em>. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan pukulan <em>lob</em> bulutangkis. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas (<em>Shapiro-Wilk</em>), uji homogenitas, <em>Paired Sample T-Test</em>, <em>Independent Sample T-Test</em>, serta uji efektivitas <em>N-Gain Score</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan <em>push-up</em> terhadap keterampilan pukulan <em>lob</em>, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata (<em>mean</em>) dari <em>pretest</em> 32,25 menjadi <em>posttest</em> 40,50 serta nilai <em>Sig. (2-tailed)</em> 0,000 < 0,05; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan melempar <em>shuttlecock</em> terhadap keterampilan pukulan <em>lob</em>, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata (<em>mean</em>) dari <em>pretest</em> 31,75 menjadi <em>posttest</em> 43,88 serta nilai <em>Sig. (2-tailed)</em> 0,000 < 0,05; (3) Terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode latihan, ditunjukkan oleh hasil <em>Independent Sample T-Test</em> dengan nilai <em>Sig. (2-tailed)</em> 0,010 < 0,05. Berdasarkan analisis <em>N-Gain Score</em>, latihan melempar <em>shuttlecock</em> memiliki efektivitas lebih tinggi (rata-rata <em>N-Gain</em> 42,13% / kategori sedang) dibandingkan latihan <em>push-up</em> (rata-rata <em>N-Gain</em> 28,89% / kategori kecil) dengan selisih capaian sebesar 13,23%. Dengan demikian, latihan melempar <em>shuttlecock</em> terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan pukulan <em>lob</em> bulutangkis pada atlet anak-anak putra PB Bimasakti Kota Ternate.</p>Herson Peres SouisaMahatma Raison PribadiAlief Lam Akmady
##submission.copyrightStatement##
2026-06-282026-06-2851716